Assalamu'alaikum
WarohmatuLLOHi Wabarokatuh,
Siapa bilang Jalanan panas
kalau musim kemarau saja, padahal musim hujanpun jalanan masih terasa panas
tapi panasnya beda, panasnya dari hati para pengendara yang sering terjadi
keributan dijalan baik masalah sepele atau besar.
Berikut kutipan dari
OktoMagazine.com tentang Etika berkendaraan dijalan raya :
Ketika berkendara, terkadang
Anda akan sedikit merasa kesal karena berbagai alasan. Kekesalan tersebut bisa
saja muncul karena ada pengendara yang menyalip kendaraan Anda dengan cara
berbahaya atau mungkin karena kendaraan-kendaraan umum yang berhenti mendadak
di tengah jalan untuk menaikkan/menurunkan penumpang.
Dalam berkendara di lalu
lintas ibukota memang diperlukan tingkat kesabaran yang tinggi. Selain karena
seringnya Jakarta dilanda macet karena berbagai alasan, juga masih cukup banyak
pengendara-pengendara motor dan mobil yang belum mengerti etika berkendara di
jalan umum.
Oktomagazine sempat
merangkum beberapa etika bagi para pengendara kendaraan, baik mobil ataupun
motor, agar bisa terhindar dari kecelakan yang membahayakan diri sendiri dan
juga orang lain
1.
Gunakan helm
Seringkali kita melihat para
pengendara sepeda motor enggan untuk mengenakan helm. Banyak alasan yang
melatarbelakangi keengganan tersebut. Mulai dari hawa panas, sampai jarak
tujuan yang dekat. Namun, kecelakaan bisa terjadi kapan pun dan dimana pun.
Kepala adalah bagian tubuh
terpenting. Kecelakaan yang terlihat remeh pun bisa mengakibatkan Anda
mengalami gegar otak ringan hingga gegar otak berat dan akan mempengaruhi
kesehatan Anda ke depannya. Jadi, lindungilah “harta paling berharga” Anda
tersebut. Mulai kenakan helm bila Anda mengendarai sepeda motor kemana pun
juga.
2.
Jangan merokok dan menggunakan ponsel
Saran ini berlaku, baik
untuk pengendara sepeda motor ataupun pengendara mobil. Pada dasarnya, otak
manusia secara umum tidak dapat melakukan dua tugas sekaligus. Merokok atau
menggunakan ponsel ketika berkendara mempunyai tingkat bahaya yang cukup
tinggi, karena otak kita dipaksa untuk berkonsentrasi memperhatikan jalan,
sekaligus melakukan tugas lainnya. Hasilnya akan cukup fatal.
Telah banyak kecelakaan
terjadi akibat melakukan dua hal tersebut selagi berkendara. Jadi, bila Anda
ingin merokok atau menggunakan ponsel, menepilah sesaat dan selesaikan kegiatan
Anda. Kehilangan waktu tiga hingga sepuluh menit bukanlah perkara yang serius
bila menyangkut keselamatan Anda.
3.
Ikuti dan taati Lajur yang sudah disediakan
Kerap kita menemukan
beberapa pengendara (biasanya pengendara motor) yang mengendarai kendaraannya
melawan arus. Terkadang juga kita melihat kendaraan yang berputar di putaran u-turn yang
tidak pada tempatnya. Hal ini cukup berbahaya karena bisa saja dari arah
berlawanan, Anda akan tertabrak kendaraan lain yang melaju. Selalu hindari
aktivitas tersebut. Ikutilah lajur dan jalur yang telah ditetapkan.
Dan tidak melintas atau melewati
jalan yang telah dilarang seperti trotoar, jalur busway, walaupun dalam kondisi
kepepet waktu (terburu-buru) kecuali darurat dan itupun atas perintah pak
polisi
4.
Taati Rambu-rambu lalu lintas
Rambu-rambu yang dipasang di
pinggir jalan bukanlah alat untuk menghias jalanan kota. Kenali dan patuhilah
rambu-rambu tersebut. Selain bisa berakibat fatal, Anda juga akan menyebabkan
terhambatnya para pengendara lain dan bisa mengakibatkan kemacetan.
5.
Selalu berikan “tanda” ketika akan berhenti, berbelok,
dan menyalip
Tanda di sini bisa berarti
membunyikan klakson atau menyalakan lampu sein dan lampu beam (lampu jauh)
kendaraan Anda ketika akan berbelok. Membunyikan klakson bermanfaat untuk
memberikan tanda kepada kendaraan lain dari arah berlawanan, sehingga mereka
bisa berhenti atau memberikan Anda jalan.
Jangan lupa untuk menyalakan
lampu sein. Dengan menyalakan lampu sein, Anda akan memberikan tanda kepada
pengemudi di belakang Anda agar mengurangi kecepatan dan menghindari kecelakaan.
Tidak saradak sruduk dengan
memotong/menyalip atau mengambil jalan lain yang dapat mengganggu pengendara
lainnya, zigzag boleh-boleh saja asal tidak menggangu apalagi merugikan orang
lain. Yang penting saling menghargai antar sesama pengendara
6.
Selalu dahulukan kendaraan sebelah kanan
Bila Anda melihat sebuah
kendaraan yang keluar dari belokan sebelah kanan, maka Anda wajib untuk
memberikan kesempatan kepada kendaraan tersebut untuk jalan terlebih dahulu.
7. Sabar ketika
menghadapi lampu merah
Bila Anda perhatikan, banyak dari kendaraan di jalan raya
sering kali tidak sabar menunggu. Ketika lampu lalu lintas masih berwarna
merah, tak sedikit dari pengendara (sepeda motor atau mobil) untuk langsung
menekan pedal gas ketika mengetahui bahwa lampu lalu lintas dari jalur lain
telah berubah menjadi merah.
Berusahalah untuk menjadi lebih sabar. Lampu pengatur
lalu lintas bukanlah salah satu alat untuk menerangi jalan raya. Lampu tersebut
dibuat untuk memberikan tanda sehingga Anda tidak mengalami kecelakaan di
persimpangan jalan.
Dan jangan terpancing emosi
dengan hal-hal kecil yang hanya dapat merugikan kita lebih banyak. Serta ikut
antrian dengan tertib bila jalan memang sedang padat/ macet
8.
Mengalah
Mengalah di sini dalam arti
memperlambat kecepatan ketika ada kendaraan yang ingin menyalip maupun melintas
di depan kendaraan kita. Anda sebaiknya mengalah ketika ada kendaraan-kendaraan
yang akan memasuki jalan.
Beri saja kesempatan kepada
pengendara yang tidak sabaran atau kepada pejalan kaki yang mau
melintas/menyebarang
Jangan malu atau gengsi
untuk memohon maaf bila kendaraan kita tanpa sengaja bersenggolan dgn kendaraan
lain ( kalo gak sempat berhenti atau turun cukup melambaikan tangan saja
sebelum umpatan/makiannya terlontar :D)
Demikian hal-hal yang sangat
perlu kita ketahui dan terapkan dalam kehidupan berkendaraan kita, mungki masih
banyak lagi yang lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu (bila ada
yang ingin menambahkan, monggo..silahkan)